Pengaturan Membaca

Font Style

  • Arima
  • Nunito
  • Corben

Font Size

Ch.002
Ossan, Reinkarnasi ke Dunia Lain

Diterjemahkan oleh: KuroMage pada 28 Januari 2022 .

Mulai series baru, semoga responnya positif

Saat tersadar, dirinya sudah berada di tengah sebuah hutan yang rimbun. Satoshi berusaha memperhatikan daerah sekelilingnya, namun ia masih tidak mengetahui mengapa dirinya bisa berada di tempat seperti itu.

Saat ia terus memperhatikan, ia hanya melihat pepohonan di mana-mana, dan beberapa tumbuhan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

“Ini di mana ya?? Kalau tidak salah tadi aku lagi main game di kamar deh….”

Gegyaa, Gegyaaa!

“………”

Satoshi tak mampu berkata-kata setelah melihat burung langka yang terlihat seperti psikedelik beterbangan dilangit. Ia menjadi semakin bingung karena jelas-jelas bahwa itu bukanlah makhluk yang ada dibumi. Atau lebih tepatnya ia semakin yakin bahwa dirinya bukan dibumi.

Sebaliknya, sangat mungkin bahwa itu bukan bumi.

Lagi pula, ia sama sekali tak melihat adanya bangunan seperti yang ada dibumi. Hanya ada hutan lebat di sekelilingnya, dan bulannya ada dua. Wajar saja jika ia sampai terperangah.

“Ini di mana sih?? Setidaknya sudah jelas ini bukan di Jepang… Banyak tanaman aneh lagi… Bahkan aku belum pernah lihat tanaman seperti itu…”

Tanaman yang memiliki kelopak bunga raksasa mirip dengan bunga raflesia itu terlihat menjerat seekor makhluk yang mirip serigala, dan membawanya masuk ke bagian tengah kelopak raksasa itu, dan kemudian melahapnya seperti tanaman kantong semar. Setidaknya tidak ada tanaman semacam itu di bumi, bahkan jika ada sekalipun itu bukanlah tanaman dengan tinggi lebih dari dua meter. Apalagi, dengan adanya sesuatu seperti taring yang tumbuh di bagian tengah kelopak bunganya, benar-benar mustahil kalau itu adalah makhluk hidup.

Beberapa saat kemudian, pria itu merasakan ada yang aneh di pinggangnya. Saat Satoshi melirik ke arah pinggangnya ia pun terpana. Meskipun terlihat tampak hiasan, namun terlihat jelas bahwa itu adalah dua buah senjata yang sepertinya dapat digunakan untuk bertarung. Benda yang cukup Satoshi kenal di dalam game. Yaitu sebuah pedang pendek yang tergolong [Short Sword] dan biasa digunakan dengan satu tangan.

Pedang itu merupakan sebuah pedang yang dapat dibuat oleh pemain yang memiliki keterampilan produksi, dan merupakan hasil kombinasi material-material langka. Dan kini ada dua buah pedang semacam itu di pinggangnya,

Awalnya ia sempat mengira bahwa ini adalah dunia di dalam game, namun akal sehat segera menafikan hal tersebut. Sambil terus menyangkal keadaan yang terjadi, pria itu pun tersadar akan suatu hal.

Pria itu mengenakan jubah abu-abu gelap seperti apa yang avatar miliknya kenakan di dalam game.

“Hahaha… Mana mungkin ini terjadi kan?? Reinkarnasi kedunia game?? Kayak cerita Light novel saja…”

Tak ada yang bisa ia lakukan selain menertawakannya.

Tak peduli sekeras apa pun ia berusaha untuk menyangkal, jawabannya sudah jelas.

“Status… Open… Mana mungk…”

Ia mengucapkan kata-kata yang ada di pikirannya sebagai bahan lelucon. Namun tiba-tiba sebuah layar status yang cukup ia kenal muncul dihadapannya.

Untuk sesaat, ia merasa kesadarannya melayang entah ke mana.

“Tidak mungkin… Bercanda kan…. Pasti ada orang iseng ka… terlalu besar skalanya ya… Apa terjadi sesuatu pada diriku?”

Zeros MerlinLevel: 1879

HP 87.964.503/87.964.503

MP179.324.580/179.324.580

JobGreat Sage

Jobskill

God of MagicMax

God of AlchemyMax

God of BlacksmithMax

God of PharmacyMax

God of Magic EquipmentMax

God Of SwordMax

God of LanceMax

God of Martial ArtMax

God of Hunt Max

God of AssasinMax

Cooking85/100

Farming56/100

Dairy Farm24/100

Physical Skill

All abnormal resistanceMax

All magic AttributeMax

Magic Attribute ResistanceMax

Body StrengthenMax

Deffence StrengthenMax

Magical StrengthenMax

Magic ManipulationMax

Magic ProficiencyMax

Martial ProficiencyMax

Crafting ProficiencyMax

AppraisalMax

Spirit VisionMax

PerceptionMax

Night VisionMax

SpyMax

Enemy DetectionMax

VigilanceMax

Mineral ExplorationMax

Presence DetectionMax

Presence BlockMax

Mana DetectionMax

Craft CorrectionMax

Dismantle CorrectionMax

Enchant CorrectionMax

Automated Translation1/100

Automated Code Decryption1/100

Auto Write1/100

Monster DictionaryMax

Material DictionaryMax

Limit ForceMax

Limit BreakerMax

Critical BreakerMax

Personal Skill

Marlin GrimoireMax

Crafting RecipeMax

“Ini benar-benar di luar batas manusiawi loh… Manusia super yang sangat berbahaya… Serius deh…”

Jelas sekali bukan manusia. Meskipun ia tidak tahu standar manusia di dunia ini, namun sudah jelas bahwa status itu tidaklah normal. Faktanya pada saat masih di game, ia sangatlah berbahaya dan dalam hal sihir dapat dikatakan setara dengan sosok Dewa Jahat. Atau lebih tepatnya, dengan mampu melawan sosok dewa hanya dengan lima orang membuat mereka sudah melampaui batas kemanusiaan.

Satoshi terus menatap layar status itu sambil termenung dan memainkannya.

“Loh? Apa ini… Mail ya… Hm… pengirimnya… Unknown??”

Di bagian pojok bawah layar terdapat tanda merah yang berkedip menunjukkan ada pesan baru yang masuk.

Dengan jari yang gemetar, Satoshi membuka pesan tersebut.

“…Etto…. Hah?? Dewa??”

Subjek surat itu adalah “Apa yang terjadi pada dirimu saat ini”. Hanya ada firasat buruk yang muncul. Jantungnya berdebar kencang, ia sadar bahwa dirinya tak bisa mempercayai dewa di dunia ini.

“Yahoo ~ Perkenalkan, Aku Freires-chan… Dewi loh… Tidak sopan sekali, berlutut!!”

“Dihapus gak apa apa kan?? Bau-baunya gak enak ini…”

Entah bagaimana, sedikit, tidak, sangat terasa menyebalkan. Agak aneh juga rasanya tiba-tiba merasakan rasa kesal ketika sedang dilanda kebingungan.

“Tidak ada banyak waktu, jadi aku akan langsung sampaikan intinya ya…. Kami bersama dengan Hero telah menyegel Dewa Jahat sekitar 2487 tahun yang lalu… Dan lokasi penyegelan itu adalah dunia game yang ada di dunia kalian… Meskipun kami telah melakukan pengorbanan besar di dunia ini, kami masih tidak cukup kuat untuk mengalahkannya, jadi kami menyegelnya di dunia lain… Hahahaha…”

“Berisik! Apa yang kalian lakukan!!?”

“Membuang sampah ke dunia orang?? Memang benar sih… tapi kami waktu itu tidak punya pilihan lain… Terus… terus… Aku berpikir kalau di dunia game, kalian pasti akan bisa mengalahkannya dengan mudah… eh ternyata benar… terima kasih telah mengalahkannya ya… Dia benar-benar menyebalkan, jelek-jelek begitu berani-beraninya mengaku dewi!!”

“…Itu Dewi?? Kok kelihatannya kayak tumpukan jeroan ya??”

Ia membayangkan sosok alien yang terbentuk dari berbagai bagian menyeramkan dari makhluk lain. Sosok makhluk tak bernama yang terdiri dari gabungan-gabungan organ dalam, yang membuat penampilannya seratus kali lebih menyeramkan. Bahkan jika mengingatnya kembali, hanya kata menjijikkan saja yang pantas untuk menggambarkan makhluk tersebut, dan tak akan ada yang menyangka bahwa itu adalah dewi.

“Tapi siapa yang sangka dia akan meledakkan diri dan melibatkan kalian? Jujur aku panik loh~~ Jadi aku memutuskan untuk mereinkarnasi beberapa orang yang meninggal akibat insiden itu… Menggunakan data di game tentunya…”

“Jangan-jangan… aku termasuk salah satu di antara mereka?”

“Karena kamu telah mengalahkan dewa jahat itu, sebagai pelayanan spesial kamu bereinkarnasi dengan data game apa adanya tanpa ada yang diubah loh… Karena latar game itu tidak jauh berbeda dengan dunia ini, jadi sangat mudah untuk mereinkarnasi kalian… Enak kan? Jadi bisa bebas di dunia ini? Horee…”

“Pengen gebuk… Gua ingin gebuk orang-orang yang memperlakukan gua kayak buang limbah begitu sampe nangis…”

Dari sudut pandang akal sehat, peristiwa ini seperti perampokan hak hidup seseorang secara sepihak, jadi wajar jika ia marah. Pria itu juga memiliki impian tentang masa depan. Dan kini dipaksa mengikuti alasan yang terkesan asal-asalan, dan tanpa sadar ia diberikan sesuatu. Ada beberapa hal yang tak dapat ia terima.

“Karena semua material dan peralatan di game juga merupakan hasil rekonstruksi material yang ada di dunia ini, jadi semangat!!! Tapi, barang-barang konsumsi bikin sendiri ya? Aku sudah menginstall cara pembuatannya dalam otak kalian, jadi nanti periksa pelan-pelan ya… Pengaturan usianya sama seperti usia kalian sekarang, jadi kalau mau balik muda lagi, bikin item sendiri ya… Maaf loh… Yaahh aku dapat keluhan dari dewa yang ada di dunia kalian, jadi aku mau tidak mau harus mereinkarnasi kalian… Karena menghidupkan orang mati itu bertentangan dengan hukum alam sih… Kalau begitu… Silakan nikmati dunia ini dan teruslah bertahan hidup ya… Sampai jumpa!! Bye-bye!!”

Meskipun alasannya telah diketahui, namun keadaan masih belum membaik. Satoshi masih tidak tahu di mana dia berada, karena sedari tadi ia masih berdiri di dalam hutan.

Di atas semua itu, ditambah lagi ia saat ini sedang marah dengan sikap dewi itu.

“Kata-katanya benar-benar menyebalkan… Untuk sementara aku mengerti situasinya, masalahnya adalah apakah ada tempat tinggal orang di sekitar sini?”

Akan menjadi berbahaya jika ia terus menerus tidak mengetahui tempat dan bergerak secara asal-asalan. Jika dunia ini benar-benar mirip dengan dunia game, maka kemungkinan besar ada banyak monster berkeliaran di dunia itu, Ia kebingungan tentang apa yang harus ia lakukan, namun untuk sementara ia memutuskan untuk melihat-lihat sekeliling dari tempat yang cukup tinggi. 4

“Semoga saja aku bisa menggunakan [Wings of The Dark Crow]…”

[Wings of The Dark Crow] adalah sebuah sihir terbang yang diciptakan oleh Satoshi di dalam game. Ia membuatnya dengan menggunakan sihir terbang basic yang efisiennya terbilang rendah dan berhasil menekan MP Cost, dengan menggunakan rangkaian formula yang cukup banyak.

Di dalam game, para penduduk dunia itu memiliki semacam database yang diberdayakan dengan mana dalam otak mereka. Dengan meningkatkan sihir dasar, dan menyimpannya di dalam database tersebut, maka orang akan dapat menggunakan berbagai macam sihir. Kemudian, dimungkinkan juga untuk mengambil kembali formula yang ada di dalam otak dan meningkatkannya. Untuk melakukan itu, diperlukan sebuah lingkaran sihir.

Akibatnya, Satoshi terus menerus membuat sihir yang ia pikirkan. Dan pada akhirnya sihir-sihir itu menjadi nyata di dunia ini. Pria itu terlepas dari jerat bernama gravitasi dan mulai melayang ke udara.

“Oh!? Hebat, aku terbang! Aku terbang!”

Seorang om-om berusia lebih dari 40 tahun berteriak girang layaknya seorang bocah. Namun seketika ia mengingat kembali tujuannya, dan mulai memperhatikan daerah di sekelilingnya dari langit.

Akan tetapi….

“Mau sejauh apa pun aku melihat… Cuma ada hutan… Di mana kotanya ya…”

Ia dapat melihat bahwa ada hamparan hutan yang luas serta pegunungan, namun tak ada satu tanda-tanda ada orang yang tinggal. Ia berusaha mencari keberadaan kota atau desa yang sering muncul dalam game, namun sama sekali tak menemukannya.

“Bukankah ini jadi kayak hukuman…”

Sambil mengeluh, pria itu terus terbang ke arah yang membuatnya penasaran. Bagaikan burung yang sedang bermigrasi namun tanpa tujuan.

***

Ketika ia menyadari energi sihir menghilang, ia pun turun dan beberapa saat kemudian terbang lagi. Ia terus mengulangi hal ini selama beberapa jam, dan tetap saja masih tidak melihat adanya desa atau kota. Kalau begini, maka mau tidak mau ia harus mencari tempat untuk berkemah.

Terlebih manusia membutuhkan makanan untuk bisa hidup, maka ada juga kemungkinan ia akan mati karena kelaparan.

“Meskipun dia bilang begitu… Ini mah…”

Dalam pesan tertulis bahwa material yang ia miliki juga ikut terbawa, namun saat melihat ke dalam [Inventory], Satoshi tidak dapat melihat adanya bahan makanan. Saat masih berada di dalam game, bahan makanan ia kumpulkan dari hasil petualangannya di banyak tempat bersama dengan teman-temannya. Namun kali ini, rasanya seperti sedang memainkan permainan bertahan hidup.

Untungnya saja meskipun sama sekali tak ada bahan makanan, masih ada bumbu-bumbu masakan di dalam [Inventory]-nya.

“Tidak ada pilihan lain selain berburu ya… Apa di dunia ini ada binatang yang enak dimakan???”

Sambil mengatakan itu, Satoshi pun mengeluarkan busur dan anak panah dari dalam [Inventory] dan kemudian menggantungkan anak panah itu di punggungnya. Ia ingin mencari hewan kecil, namun seketika ia menyadari satu masalah penting.

“Kalau dipikir-pikir aku belum pernah berburu sendirian ya… Meskipun aku sering berburu dengan Yamada-san….”

Satoshi tinggal di daerah pedesaan, jadi hubungannya dengan tetangga cukup akrab. Meskipun ia teringat pernah mengurus babi hutan yang merusak tanaman, namun itu semua ia lakukan berkat adanya arahan dari pemburu asli. Ini adalah pertama kalinya ia berburu sendirian, dan jika ia tidak bisa mendapatkan hasil, maka ia akan mati kelaparan.

Perut yang lapar akan membuat orang tidak berguna. Satoshi pun menghapus hawa keberadaannya dan berusaha untuk mencari mangsa.

“Dapet…”

Forest RabbitLevel 5

HP50 / 50

MP10 / 10

Seekor kelinci biasa.

Kelinci memiliki tingkat kewaspadaan tinggi, dan akan melarikan diri jika mendengar sedikit saja suara. Serta memiliki kebiasaan menjijikkan dengan memakan kotoran, namun yang Satoshi butuhkan hanyalah dagingnya saja, bukan organ dalamnya.

Satoshi pun mulai menarik anak panah dan membidik dari atas pohon. Saat Forest Rabbit itu menoleh, seketika sebuah anak panah dilepaskan.

Dogooooooooo!!!

“Kekuatannya… terlalu besar… Apa busurnya salah ya… “

Sayangnya, kelinci kecil itu telah menjadi daging yang tercerai berai. Performa senjata yang begitu kuat. Satoshi pun menatap busur ditangannya dengan tatapan serius.

Modified Magic Bow No. 321

ATK+30.000

STR UP

Double Power

HIT rate UP

ATK UP

1-hit Kill

Target Explode

“Jadi terbunuh sia-sia….”

Jelas itu bukanlah senjata yang dapat digunakan untuk berburu. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa busur yang dibuat bersama dengan teman-temanya untuk sekedar bersenang senang akan jadi sehebat ini.

Akan jadi percuma jika dagingnya meledak sebelum bisa di olah. Sudah pasti mustahil untuk mendapatkan bahan makanan dengan cara ini.

“Sabar… tenang… Kalau tidak salah ada skill untuk menahan diri… pasti akan baik-baik saja kalau pakai skill itu…”

Target akan terbunuh dalam sekali serang, dan kemudian hancur karena ledakan. Maka yang ia perlu lakukan hanyalah menahan kekuatannya hanya sampai hampir mati saja, lalu mengakhiri hidup targetnya dengan menggunakan pisau. Begitulah rencananya, dan kemudian Satoshi pun kembali mencari mangsa selanjutnya.

“Kali ini pasti….”

Ia pun menembakkan panah untuk yang kedua kalinya, dan kali ini ia berusaha untuk hanya membuat targetnya sekarat. Secepat kilat, ia pun mengeluarkan pisau dan menghabisi nyawa Forest Rabbit. Kali ini ia berhasil mendapatkan mangsa tanpa disertai ledakan. Namun muncul masalah baru, di mana ia harus mengolah mangsanya?

“Kalau bisa disungai ya…”

Setelah mendapatkan tiga ekor kelinci, pria itu pun berkeliling mencari sungai. Meskipun ia memang lapar, namun masih bisa menahannya. Karena bukan tidak mungkin jika ada hewan karnivora yang akan mendatanginya karena mencium aroma darah.

Gya, Giga, Gigaga!

Seperti itu contohnya….

“Wah, goblin!?”

Hal mainstream yang ada di dunia fantasy. Monster sampah yang jika menemukan satu, harus dianggap kemungkinan mereka ada seratus. Monster yang pasti ada dan mengandung huruf G.

Ketika melihat Satoshi, para goblin mulai membunyikan peluit seperti yang ada dalam drama sejarah. Hutan pun mulai berisik, dan perlahan-lahan jumlah goblin semakin meningkat.

“Serius nih….!!”

Ia pun mulai berlari sekuat tenaga. Ia baik-baik saja saat memburu kelinci, namun itu tidak berlaku bagi monster berbentuk manusia. Bukan berarti karena ia tidak bisa menang, namun sebagai seorang manusia yang hidup di jaman modern, ia memiliki perasaan enggan untuk membunuh. Atau lebih tepatnya Satoshi masih belum siap untuk hidup di lingkungan yang keras seperti ini. Masih butuh waktu untuk dia bisa menyadari hal ini.

Satoshi terus melarikan diri sekuat tenaga, dan kawanan goblin mengejarnya. Memang gerakan Satoshi dalam melarikan diri jauh lebih cepat, namun lawannya menggunakan keuntungan jumlah. Goblin-goblin lain muncul dari arah berlawanan dan sering kali menghalangi rute pelarian Satoshi. Jumlah goblin terus bertambah dan kini jumlahnya telah melebihi angka seratus.

“Hutan apaan sih ini!!!”

Satoshi tidak mengetahuinya.

Hutan yang luas ini adalah tanah yang tak terjamah yang disebut [Farfran The Great Green Zone]. Sebuah kerajaan alami yang dihuni oleh berbagai macam monster dan di antaranya banyak makhluk-makhluk yang tak dikenal. Bahkan terdapat kawanan monster yang jumlahnya lebih dari seribu ekor, dan goblin hanyalah salah satu jenis dari banyaknya monster itu.

Sempat terpikirkan oleh Satoshi untuk kabur menggunakan sihir terbang, namun ada banyak sekali anak panah yang melesat ke arahnya, sehingga ia tidak sempat untuk terbang. Ia benar-benar dipojokkan oleh jumlah.

Saat Satoshi tengah berusaha mati-matian untuk melarikan diri, tiba-tiba terlihat secercah cahaya dari ujung arah yang tengah ia tuju. Secara naluriah, ia pun bergegas menuju sumber cahaya tersebut. Akhirnya ia dapat melihat sebuah desa. Atau mungkin lebih tepat disebut kota jika melihat ukurannya.

“Syukurlah… Ugh?!”

Tak lama setelah ia berpikir demikian, ia pun tersadar bahwa ia telah memilih pilihan yang salah. Sebab yang ada di sana adalah sebuah pasukan besar goblin. Tepat, ternyata tempat yang ia datangi adalah sebuah desa para goblin.

Pada akhirnya, ia telah menginjakkan kakinya di markas musuh, dan tak ada pilihan lain selain tertawa.

“Aha… Ahahahahahaha…”

Mental pria itu dalam bahaya.

Giga! Gyoga Gaga! !!

Para goblin bersiap-siap dengan senjata mereka dan mengepung mangsanya. Namun mereka tidak tahu. Bahwa sosok bernama Satoshi yang ada di hadapan mereka ini bukanlah sosok yang tepat untuk dijadikan lawan.

“Lu semua…. Minggirrrrr!!! “

Badai energi sihir tiba-tiba muncul. Keganasannya membuat para monster diliputi ketakutan. Namun semua sudah terlambat. Satoshi melepaskan sihir terlarangnya.

“[Judgement of the Darkness]”

Muncul sebuah bola raksasa berwarna hitam legam yang terbentuk dari kumpulan energi sihir. Kemudian bola-bola kecil dengan warna sama muncul dari dalam bola raksasa itu dan melahap beberapa goblin. Petir menyambar, dan angin badai berhembus, bola raksasa itu menelan semua goblin bersamaan dengan tanah yang ada di sekitarnya.

Sebuah penghancuran dan pembantaian secara sepihak.

Sihir terburuk yang Satoshi ciptakan dan kembangkan secara ilmiah setelah ia berkali-kali melawan Dewa Jahat di dalam Game. Serangan itu dengan mudahnya menghilangkan desa para goblin, dan seakan tidak puas, daerah hutan di sekitarnya ikut terlahap sehingga menciptakan lahan terbuka yang cukup luas.

Namun tak hanya berakhir sampai di sana, ledakan besar pun muncul di sekitar penggunanya. Singkatnya, sihir gravitasi super [Judgement of the Darkness] adalah sebuah sihir yang menciptakan blackhole dan meledakkannya secara terus menerus. Goblin yang telah terkompresi sampai ke tingkat kuantum menjadi bahan bakar untuk menghasilkan ledakan yang akan menghasilkan kerusakan yang lebih besar. Semakin banyak jumlah musuh, semakin tinggi daya ledaknya, dan tak pernah berakhir sampai musuh benar-benar menghilang,

Seperti sebuah mimpi buruk.

Ketika Satoshi kembali tersadar, yang ia lihat adalah keberadaan kawah besar layaknya sebuah meteor raksasa baru saja jatuh menghantamnya. Sebuah kawah raksasa yang tidak aneh jika ada yang mengatakan bahwa bulan baru saja menghantamnya.

“…Sepertinya aku baru saja melakukan sebuah kesalahan yang tak akan bisa aku perbaiki….”

Tepat sekali.

Meskipun alasannya adalah untuk bertahan hidup, namun jejak dari sihir mengerikan itu sungguh tidak masuk dalam akal sehat. Sangat aneh mengingat bahwa MP Cost untuk sihir ini hanyalah 100.

Yang pria itu lakukan hanyalah perusakan alam. Dan yang tersisa di tempat itu hanyalah batu-batu sihir dari sosok yang tadinya goblin dengan jumlah yang luar biasa banyak. Batu sihir adalah sebuah kristal yang lebih keras dari berlian yang akan tetap tersisa meskipun seluruh tubuh monster telah musnah. Karena itu, batu-batu sihir itu masih tersisa meskipun telah terkena sihir pemusnah yang luar biasa.

Tentu saja ada beberapa di antaranya yang pecah, namun tetap saja jumlah batu sihirnya masih terbilang sangat banyak.

“…Cari sungai yuk…”

Akan tetapi, hati pria itu tidak bisa tenang. Karena akhirnya pria itu menyadari seberapa gila dan tidak normalnya dirinya sendiri. Langkah kakinya terasa berat.

Tiga jam kemudian, Satoshi berhasil menemukan sungai. Sungai itu tampak seperti mata air, dan airnya sangat jernih. Bahkan Satoshi dapat melihat ikan yang berenang di dalamnya.

Sambil menahan rasa laparnya yang tak berujung, ia mulai mengolah daging Forest Rabbit. Di dalam game, ada sebuah pisau yang khusus digunakan untuk menguliti dan mengolah hasil buruan, dan tentu saja item itu juga ada di dunia ini.

“Mengolah ya…. Bagaimana caranya ya…”

Karena ia belum pernah melakukan ini sendirian, Satoshi pun kebingungan. Namun rasa lapar mengalahkan segalanya. Ditambah lagi saat ini ia berada di alam liar, dan tak tahu kapan monster akan datang menyerang.

Ketika Satoshi memutuskan untuk segera mengulitinya, tiba-tiba ia menyaksikan sebuah pemandangan yang menakjubkan.

“… Kapan aku… mengolahnya?”

Benar. Daging Forest Rabbit telah dikuliti dan dipisahkan daging dan jeroannya dengan sempurna. Ditambah tak ada setetes darah pun pada bulunya. Jelas ini adalah sebuah pemandangan yang tidak biasa.

“Apa boleh buat… Coba satu lagi….”

Seketika setelah Satoshi mengangkat Forest Rabbit, lengan Satoshi yang satunya tanpa sadar bergerak dan mulai menguliti kelinci itu. Dengan cepat serta akurat. Bahkan Satoshi pun sampai terkejut saat menyaksikannya.

“Jangan-jangan ini efek dari Job-skill ya?”

Satoshi memiliki skill [God Of Hunt] dan [Dismantle Correction]. Skill-skill ini dapat meningkatkan efisiensi dalam berburu secara signifikan. Job Skill dibagi kedalam lima tahapan, yaitu [Apprentice], [Master], [Maniac], [Lord], dan [God] dan setiap tahap memiliki tingkat efisiensi yang jauh berbeda.

Meskipun namanya mungkin akan berbeda tergantung dari job yang dipilih, namun pada dasarnya sama saja. Dan jika menggabungkannya dengan Personal Skill, maka kecepatan pengolahannya semakin cepat lagi.

Untuk mendapatkan Job Skill, misalkan untuk mendapatkan [Swordsman] maka seseorang harus mengasah menguasai betul skill [Sword Technique]. Untuk Satoshi yang semua job skill-nya memiliki title [God], maka dapat dikatakan telah melampaui ranah sekedar menguasai. Sehingga kecepatannya dalam menguliti material itu mungkin setara dengan dewa serta mungkin tak ada yang dapat menandinginya.

“Sepertinya kalau begini sudah bukan ranahnya manusia ya… Apakah sebaiknya aku mengasingkan diri di suatu tempat?”

Sebuah skill yang tak akan naik lagi benar-benar berada di ranah yang tinggi. Di dalam game ini adalah fakta yang mengasyikkan, namun ketika kini menjadi kenyataan, rasanya akan berbeda. Bisa-bisa dia di incar oleh beberapa negara, dan terlibat dalam masalah yang merepotkan. Dan Satoshi tidak menginginkan hal tersebut.

“Lagi pula kalau bisa aku ingin menikah… tapi kalau aku kayak monster begini itu jadi mustahil kan…”

Ini adalah masalah serius bagi jomblo akut seperti dirinya. Meskipun ia memiliki material untuk membuat obat yang dapat menjadikan dirinya terlihat lebih muda, namun kondisi saat ini tidak memungkinkan bagi dirinya untuk membuat obat tersebut.

Masalah lainnya adalah, ia tidak memiliki uang di dunia ini.

“Yah, untungnya dunia ini memiliki standar mata uang yang mirip dengan Yen Jepang…”

Nilai tukarnya adalah 1G = 1Yen, selanjutnya ada mata uang 5G, 10G, 50G, 100G dan 500G. Semua mata uang itu berbentuk koin emas, namun memiliki ukuran yang berbeda setiap nilainya. Saat nilainya mencapai 10.000.000G bentuknya berubah menjadi emas batangan, dan itu membuat para alkemis di dunia ini berusaha mati-matian untuk membuat emas.

Berbeda dengan di bumi, dapat dikatakan emas di dunia ini relatif murah dan mudah di jangkau. Sebenarnya, pemandangan pria tua yang sedang melamun sambil memanggang daging kelinci sendirian itu sangat menyedihkan. Meskipun begitu, Satoshi berusaha untuk menikmati kesendiriannya itu.

“Kalau di ingat lagi di dunia ini nyawa manusia juga sepertinya cukup murah ya… Kalau ada perampok nanti apa aku bisa membunuh mereka…”

Berdasarkan latar belakang yang ada di dalam game, terdapat banyak negara yang tersebar di dunia ini. Dan perlakuan negara terhadap pemain akan berbeda tergantung dari sifat negara tersebut. Ada beberapa negara yang bersikap dingin kepada para penyihir, ada juga negara yang mendiskriminasi ras campuran, serta ada juga negara yang memaksa warga sipil untuk memperkuat urusan militer mereka.

Meskipun itu semua hanya merupakan latar cerita dalam game, namun bukan berarti itu mustahil. Terlebih jika sampai ragu-ragu melawan seorang penjahat, maka dapat di pastikan tidak bisa hidup di dunia ini, dan pastinya akan suatu saat akan tiba saatnya ia harus mengambil keputusan tegas.

Untuk menjaga agar risikonya seminimal mungkin, maka sebaiknya ia tidak terlalu mencolok.

“Yah tidak ada gunanya juga dipikirkan terus menerus… Makan saja…”

Setelah mengatakan itu, ia mengangkat daging kelinci panggang itu dan menggigitnya.

“Mantaap….”

Di suatu tempat di dalam wilayah hijau nan luas ini, seorang om-om menikmati daging buruannya dengan penuh kesendirian. Pemandangan seseorang yang menikmati hasil buruannya di tengah keheningan ini terlihat sangat menyedihkan seakan kembali ke zaman primitif.

Namun pria itu tetap menikmati makanannya. Karena ia benar-benar lapar.

Setelah itu, ia menggantungkan dirinya di atas pohon menggunakan tali, dan memutuskan untuk tidur. Menurutnya itu jauh lebih aman ketimbang ia tidur di atas tanah, namun ia segera menghentikan pemikiran itu setelah keesokan paginya ia merasakan sakit pada bokongnya.

“Pengalaman tidur yang buruk…. Duh pantatku sakit semua…”

Mungkin kata-kata itu akan membuat orang lain salah paham.

“Hari ini mari kita cek skill yang ada sambil berburu… Bagaimana kemampuan pedangku ya…”

Pedang yang ia miliki saat ini terbilang sempurna dalam hal kekuatan. Atau malah sepertinya memiliki kekuatan yang berlebihan. Meskipun dua buah pedang yang ada di pinggangnya itu terlihat sederhana, namun benda itu adalah senjata mengerikan yang dibuat dengan teknik terbaik yang ia miliki dengan niat untuk bermain-main.

Karena seluruh perlengkapan yang ia gunakan terlihat sederhana dan tidak mencolok, kemungkinan ia akan di remehkan oleh orang lain. Terlebih penampilan poni yang acak-acakan hingga menutupi mata dan janggut yang tidak terurus itu. Ditambah lagi postur tulang belakang yang sudah mulai melengkung, semakin membuatnya terlihat seperti om-om yang tidak menarik.

Namun pada kenyataannya, om-om yang tidak menarik itu memiliki kekuatan yang tak tertandingi di dalam game. Dan jika orang yang memiliki kekuatan semacam itu benar-benar muncul di dunia nyata, maka tidak diragukan lagi orang itu akan ditakuti dan di hindari oleh orang banyak.

Meskipun Satoshi tidak ingin dilihat dengan tatapan iri dan dengki, namun Satoshi jauh lebih enggan untuk hidup sendirian. Kesendirian itu harus ia cegah dengan segala cara. Maka solusinya adalah berusaha agar tidak menggunakan kekuatan penuh dalam mengalahkan lawan. Dan menunjukkan kekuatan seperlunya saja.

Namun, pria itu sama sekali tidak mengetahui standar yang ada di dunia ini.

“Pada akhirnya aku tidak punya pilihan lain selain membiasakan diri dengan tubuh ini ya… Menyebalkan…”

Setelah hampir 10 tahun menjalani hidup santai sebagai warga desa biasa, pria itu tidak memiliki ambisi untuk melakukan hal tertentu. Dia tidak lagi berada di usia yang dapat berteriak kegirangan karena situasi ini. Pria itu hanya berharap untuk bisa membangun keluarga yang biasa dan tenang. Karena itu, dia tidak punya pilihan lain selain berusaha mengendalikan kekuatannya.

“Apa tidak ada lawan yang cocok ya…”

Seketika pria itu merasakan sebuah keberadaan memasuki jangkauan deteksinya. Kemampuan yang dapat berinteraksi secara aktif seperti ini sungguh sangat bermanfaat.

Gasa……

Terdengar suara gesekan dedaunan, dan disaat bersamaan, Satoshi menggenggam pedang yang ada di pinggangnya. Makhluk yang muncul adalah sosok monster gemuk dengan kepala seperti babi. Spesies yang populer disebut Orc.

“[Meat Orc]… Ini bisa dimakan kan ya??? Coba kalahin deh…”

Sosok monster yang bisa dimakan. Karena namanya Meat, monster itu memiliki daging yang terlihat lezat. Selain itu monster ini juga dikenal dengan monster yang mesum, mirip dengan yang ada di kebanyakan dunia fantasi. Tingkat kesuburan yang kuat membuat libidonya juga sangat kuat dan mengakibatkan sebanyak apa pun orc betina, tidak cukup untuk memuaskannya. Bahkan di dalam game, pernah ada event di mana mereka berkembang biak dengan jumlah yang sangat besar sehingga mengakibatkan pertempuran berskala besar.

Mereka adalah monster yang terus-menerus di basmi karena sifat mereka yang suka pertarungan dan omnivora.

Dalam sekejap mata, Satoshi menutup jarak di antara mereka dan menebas orc itu dengan pedang yang ada di kedua tangannya.

Sebuah pembantaian instan.

“…Bagaimana mengatakannya ya… Bahkan setelah menahan diri hasilnya masih begini ya… Sebenarnya seberapa mengerikannya aku ini…”

Orc itu menyadari keberadaan Satoshi. Meskipun begitu, ia tidak sempat untuk melakukan antisipasi, dan ini menunjukkan bahwa serangan Satoshi sangatlah cepat. Mirip seperti seorang samurai pengelana dari anime terdahulu.

Satoshi pun bergegas mencari target berikutnya setelah ia dengan cepat mengolah daging orc. Untuk sementara waktu, aktivitas ini terus berulang. Hingga sampai pada satu kesimpulan, ‘Terlalu kuat, bukan main”.

“Aku dapat bahan makanan… tapi kalau cuma daging…”

Tentu saja ia akan bosan jika makan daging tiga kali sehari. Ia sempat berusaha mencari tanaman liar, namun yang ia dapat temukan hanyalah tanaman obat. Tanaman seperti [Bloody Belladonna] tidak ada gunanya selain dijadikan racun mematikan. Meskipun racun ini bisa juga dijadikan bahan obat, namun kalau peralatannya tidak memadai maka hanya akan menjadi barang berharga selamanya.

Meskipun bisa juga dijadikan untuk latihan membuat ramuan sihir, namun karena tidak ada wadah untuk menyimpannya, maka ramuan yang telah jadi akan sia-sia nantinya.

Sampai saat ini, pria itu hanya menemukan hal yang sia-sia.

“Roti… Nasi putih… aku rindu kalian…”

Di hari kedua kehidupan kerasnya ini, Satoshi mulai mengeluh. Meskipun ia dapat menahan beberapa kekurangan ini karena dia terbiasa menjadi petani, namun berkeliaran sambil bertahan hidup di tanah terpencil seperti ini memang sulit. Saat ia sedikit berjalan, bukannya warga desa yang ia temui, malah monster ganas yang datang menyerang dan menganggap dirinya mangsa. Dan itu terjadi dengan frekuensi yang cukup sering. Meskipun material yang ia dapatkan bertambah, namun kondisi makanannya masih sama saja.

Ia mulai muak dengan situasi penuh pembunuhan seperti ini. Lagi pula memang sulit bagi seorang manusia yang terbiasa hidup dalam kemodernan untuk menjalani cara hidup yang terkesan primitif itu. Ia bahkan sempat berpikir bahwa mati mungkin akan lebih menyenangkan.

“Kenapa susah banget cari sayuran liar…. Kalau daging terus begini keseimbangan nutrisi bisa kacau….”

Hanya keluhan yang keluar dari mulutnya.

“Aku tak percaya dewa… Mereka semua musuh!!!”

GYUOOOOOOOOOOO!!!!

Entah ini merupakan hukuman karena berdosa telah menghina dewa atau bukan, namun tiba-tiba ada sosok yang terlihat terbang di langit.

Sosok monster langit yang memiliki leher panjang, dan tubuh dipenuhi dengan sisik berwarna hijau. Juga disertai dengan cakar yang tajam di kedua kakinya, dan taring tajam di mulutnya.

“Wa-Wyvern!!?? “

Wyvern itu terus mengejar Satoshi, dan berulang kali menyerang dan berusaha memasukkan pria itu ke dalam perutnya. Benar-benar mustahil untuk melawan sosok monster yang terbang dilangit menggunakan tubuh yang tidak terbiasa ini. Jadi Satoshi hanya bisa melarikan diri sambil terus menghindari serangannya.

Permainan petak umpet yang mengancam nyawa itu terus berlanjut sampai matahari terbenam.

***

Terima kasih telah berkunjung

Comments

Satu tanggapan untuk “Arafoo Kenja Chapter 002”

  1. SiOtong berkata:

    Panjang sangat (ノ゚0゚)ノ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.