Pengaturan Membaca

Font Style

  • Arima
  • Nunito
  • Corben

Font Size

Vol.05 - Ch.17.2
Side Story ~ Kisah Keluarga Glacier

Diterjemahkan oleh: KuroMage pada 18 Desember 2021 .

Selamat membaca...

Untuk mengawal Catima, Dill kembali ke ibukota lebih dulu daripada Ain. Sebenarnya Dill berencana untuk segera kembali ke tempat Ain hari itu juga. Namun setelah mempertimbangkan keadaan Barra dan Mei, ia memutuskan lebih baik jika ia tetap disana. Karena itu, Dill tidak bisa kembali ke Kota Sihir Ist.

Namun ternyata, rumah sendiri memang lebih menenangkan. Dengan menganggap ini adalah liburan yang sudah lama tidak ia lakukan, Dill menghabiskan waktunya dengan sedikit bersantai.

Namun, hari kepulangan Ain yang merupakan tuannya itu pun tiba. Pada malam sebelumnya, Dill cukup sibuk untuk mengurus sambutan kepulangan Putra Mahkota.

Mungkin saat ini Ain sedang di kereta ya? Sambil memikirkan hal itu, Dill merefresh semangatnya.

“Aku pulang…”

Di tengah malam, Dill pun pulang kerumah. Sepertinya ini menjadi hari terakhirnya bisa pulang kerumah, dan sudah ada Lloyd serta Martha duduk bersantai diruang tamu.

“Selamat datang Dill… Apa persiapan untuk besok sudah selesai?”

“Ya, sudah selesai Bu…. Karena cuma perlu memeriksa keamanan dan penyesuaian saja…”

Meskipun begitu, ia baru bisa pulang kerumah setelah hari berakhir. Sebagai sesama pekerja Istana, Martha sangat mengerti hal ini.

“Mau makan apa?”

“Kalau masih ada masakan ibu, aku mau… ”

“Tentu saja masih ada,,, Duduk dulu sebentar….”

Martha merupakan pelayan nomor satu di Istana. Satu peringkat di bawah kepala pelayan. Entah karena harga diri, atau hanya kebiasaan saja, Martha sering memasak makanan sendiri untuk keluarganya.

Tentu saja di rumah keluarga Glacier ini memiliki banyak pelayan. Namun mereka semua sudah menyerah, dan membiarkan Martha memasak makanan sendiri. Bahkan akhir-akhir ini para pekerja diharap untuk memaklumi hal ini.

“Kau sudah pulang Dill.. Besok adalah hari kepulangan Ain-sama… Bekerja keraslah, jangan sampai kau lengah…”

“Tentu saja, ayah… Sebagai calon pengawal Ain-sama, saya tidak boleh membuat kesalahan….”

“Hei Sayang? Bisakah tidak membicarakan masalah pekerjaan ketika baru pulang!? Jadi mengurangi selera makan kan…”

Terdengar suara protes dari Martha yang sedang menyiapkan makanan untuk Dill. Mantan Panglima tertinggi, dan saat ini menjadi Pengawal Khusus Raja. Meskipun dengan semua gelar ini, saat dirumah tetap saja suara istri yang paling berpengaruh.

“A-aku baru saja mau bilang selamat datang kok..!”

“Mm… iya ya!”

Diam-diam Dill tersenyum. Ia merasa tak mungkin untuk menunjukkan sosok Lloyd yang seperti ini kepada masyarakat umum.

“Mm… Jadi salah jahit…”

“Ayah? Sedang jahit apa …?”

Sosok ayah yang sedang duduk di sofa sambil menggerakkan jarinya dengan cekatan. Karena penasaran, Dill pun menanyakan tentang apa yang sedang dijahit ayahnya itu.

“Ini? Ini seragam pelayan untuk Mei… Martha memintaku membuatkan satu seragam baru…”

Pria bergelar Raja Pedang. Gelar ini adalah bukti sosok terkuat diantara para pendekar pedang yang ada di Istalica saat ini. Itulah ayahnya.

Dan sosok ayahnya itu kini sedang menggunakan jari-jemari tebalnya itu untuk membuat seragam pelayan yang menawan. Memiliki skill “Bordir”, “Menjahit”, dan “Merajut” sejak lahir benar-benar tidak berguna bagi dirinya.

Namun menunjukkan hasil yang lebih indah daripada Martha yang merupakan pelayan nomor satu.

“Apa ibu pernah punya murid sebelumnya ya?”

“Sepertinya tidak… Mungkin ini sebabnya Martha terlihat sangat bersemangat… Coba perhatikan… Kain ini kualitasnya cukup bagus… Martha membeli kain ini dengan uangnya sendiri…”

Tampaknya kain itu cukup tebal dan akan tahan lama.
Ngomong-ngomong, Martha sudah mendapatkan izin dari kepala pelayan. Jadi Mei secara resmi menjadi pelayan magang di istana di bawah didikan Martha.

“Karena gadis itu masih masa pertumbuhan…. Akan lebih baik kalau kainnya lebih kuat…”

“Benar juga… Oh iya Dill.. Aku juga sudah memperbaiki sobekan pada pakaian ksatria milikmu… Aku meletakkannya di depan kamarmu, nanti dicek dulu…”

“Terima kasih…. Berkat itu saya jadi tidak perlu menunjukkan sosok memalukan kepada Ain-sama besok..”

“Emm… Hal ini prioritas…”

Sementara itu, Martha pun kembali membawa nampan besar berisi makanan untuk Dill.

“Maaf lama…. Ara… Kamu lihat itu ya…”

“Katanya itu seragam untuk Mei?”

“Benar…. Dia berjuang keras… Jadi aku harus membuatkannya…”

“Haha, begitu ya…. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan keadaan Mei?”

Sedikit mengkhawatirkan. Mei yang selama ini tinggal di wilayah kumuh tiba-tiba mengerjakan pekerjaan seperti ini. Namun sepertinya kekhawatiran ini tidak diperlukan, perkataan Martha dengan cepat menghapus semua kekhawatiran ini.

“Dia orangnya pekerja keras, jadi sepertinya tidak masalah… Meskipun masih bermasalah dengan penggunaan bahasa, namun ini baru saja dimulai… Dia masih punya banyak waktu untuk belajar….”

“Syukurlah… Ngomong-ngomong, dia bilang dia bilang akan melampaui ibu suatu saat nanti…”

“Dia anak yang imut kan? Sebenarnya aku ini ingin anak perempuan juga… Jadi semua ini terasa sangat menyenangkan…”

Martha tidak terlalu subur. Ia tidak ingin mengeluhkan hal ini, namun Dill adalah anak yang mereka dapatkan setelah sekian banyak berusaha. Mereka berharap akan ada yang kedua, namun rupanya mereka tidak terlalu diberkati. Bukan berarti mereka kecewa atau semacamnya, hanya saja mereka berpikir akan lebih baik jika ada yang kedua.

“Kalau begitu jadi pas ya… Jadi?Apa ada peluang gadis itu untuk benar-benar melampaui ibu???”

“Entahlah… Karena suatu hari nanti aku akan menjadi Kepala Pelayan… Aku tidak berniat menyerahkan jabatan itu sampai aku mati…”

Kepala pelayan saat ini bertugas sebagai pelayan pribadi Ratu Lalarua, dan mayoritas pekerjaannya dilakukan di kamar Ratu. Karena itu, suatu saat nanti seharusnya Martha akan menjadi Kepala Pelayan selanjutnya. Dan ia tidak berniat menyerahkan gelar itu kepada muridnya sekalipun.

“Ha ha ha! Ini bagus kan Dill? Kau juga bilang ingin melampauiku bukan? Kau pasti mengerti perasaan Mei juga…”

“Oh Kalau begitu kebetulan Ayah.. Aku ingin meregangkan otot ku sebelum kepulangan Ain-sama besok… Bagaimana jika ayah istirahat sebentar dan cari keringat bersamaku??”

“Mmm… bagus juga! Martha! Aku dan Dill mau–”

Dari sudut pandang Dill, ia ingin membiasakan tubuhnya bertarung dengan Lloyd ayahnya untuk berjaga-jaga jika ada keadaan darurat. Sedangkan Lloyd juga ingin melemaskan otot-ototnya sedikit. Dan saat mereka berdua ingin melangkah pergi, petir Martha pun menyambar.

“Dill! Kamu makan dulu!! Sedangkan kamu tunggu dia selesai makan! Kalian ini… Selalu saja begitu…”

“Maaf, Marta…”

“Baik Ibu!”

Mereka meminta maaf dengan tulus, dan sepertinya benar. Dalam rumah tangga ini, Martha berada di puncak hirarki.

Setelah selesai mencari keringat di halaman, Dill dan Lloyd menuju ke pemandian yang besar untuk membasuh keringat mereka. Mereka pun berendam dengan santai, sambil mengevaluasi hasil pertarungan mereka.

Terima kasih telah berkunjung...
Jangan lupa tinggalkan komentar....

Comments

Satu tanggapan untuk “Maseki Gurume Volume 5 Chapter 17B”

  1. SiOtong berkata:

    Hadir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.