Pengaturan Membaca

Font Style

  • Arima
  • Nunito
  • Corben

Font Size

Vol.09 - Ch.04.2
Strategi Perjodohan (part 2)

Diterjemahkan oleh: KuroMage pada 20 April 2022 .

Warning! The content is full of spoilers. Please buy the original novel to support the author.
Oh iya! Lanjutan Anime ada di volume 6 ya!!

“Membeli dan mengumpulkan budak??”

Oleom pun refleks bertanya ketika mendengar laporan dari bawahannya.

“Benar… Terlihat aktivitas semacam itu di Kota Timur..”

Di hadapan bawahan yang mengulang laporannya, Oleom mengerutkan alisnya. Biasanya pria itu akan menyembunyikan ekspresi di wajahnya, tak peduli apa yang ia rasakan. Namun kali ini ia tidak bisa melakukan itu.

Penyebabnya, tentu saja, adalah Kota Timur, yang berujung pada Wein.

(Padahal urusan pernikahan ini saja sudah sangat merepotkan!!!)

Gagasan Wein untuk melakukan strategi perjodohan benar-benar menusuk bagi Kota Barat. Normalnya jika anggota faksi yang lebih rendah mengalami kesulitan dalam hal pasangan pernikahan, wajar jika anggota yang lebih tinggi untuk mengurusnya. Namun, di Serikat Ulbeth ini, bahkan anggota faksi yang kedudukannya tinggi pun mengalami kesulitan. Tak diragukan lagi bahwa urusan para bawahan itu akan dikesampingkan.

Dan Wein mengincar itu.

Oleom sadar bahwa Wein menggunakan pernikahan sebagai umpan untuk memangkas habis faksi dari bawah. Menyediakan calon pengganti mungkin dapat menghentikan langkah Wein, namun Oleom tidak dapat melakukannya. Sebab benang kusut yang menjerat Ulbeth sudah terlalu rumit. Jika ia mencoba melepaskannya secara paksa, mungkin akan muncul masalah baru nantinya. Hasil karyanya itu tampak seperti sebuah sihir, dan terlalu mustahil untuk ditiru. Selain itu, tidak hanya memperkuat Kota Timur, ia juga menambahkan gangguan pada Kota Barat dan Kota Selatan dengan menyarankan sejumlah pernikahan antara Kota Barat dan Kota Selatan yang menguntungkan Kota Barat sehingga menimbulkan keretakan di antara hubungan kedua kota tersebut.

Kalau sudah begini, pihaknya hanya bisa mengeluarkan aturan larangan pernikahan tanpa izin baik kepada orang di dalam faksi maupun di luar faksi. Namun, jika ia melakukan itu, tentu akan menimbulkan keluhan dari warga yang sedang bersemangat dalam kesempatan pernikahan masal yang langka ini.

Oleh karena itu, dalam beberapa waktu belakangan ini, Oleom tengah sibuk berkeliling ke rumah-rumah anggota faksi-nya untuk mendapatkan pengertian dan kerja sama. pemahaman dan kerja sama. Berkat itu, dia sangat kelelahan.

Dan kini, datang berita tentang pembelian budak.

“Sebenarnya apa tujuannya??”

“Tentang itu… Sepertinya tidak ada persamaan baik dari segi ras, usia, maupun jenis kelamin budak yang dikumpulkan… Seakan-akan menunjukkan bahwa mereka dipilih benar-benar secara acak…”

Saat memikirkan apa yang akan dapat dilakukan oleh para budak itu, hal pertama yang terlintas dalam benak mereka adalah tenaga kerja. Oleom telah mendengar bahwa Kota Timur mengerahkan banyak tenaga kerja untuk mengurus pernikahan, dan mungkin budak-budak itu akan digunakan untuk mengurus hal itu. Namun Oleom menggelengkan kepalanya. Selain pekerjaan kasar, tidak mudah untuk menyerahkan pekerjaan yang membutuhkan pendidikan dan kejelian kepada budak yang baru saja dibeli.

(Apa mereka ingin memulai bisnis besar? Tapi bisnis seperti apa di saat seperti ini??)

Oleom benar-benar penasaran, namun rupanya, jawaban itu datang dengan cepat.

“Oleom-sama!”

Bawahan yang merangsek masuk ke dalam ruangan itu berteriak.

“Ada rumor mengejutkan di seluruh kota!! Katanya ada rencana pemberontakan massal oleh para warga di Kota Barat dan Kota Selatan!!”

“Apa katamu!?”

Oleom cukup kesal mendengar laporan yang sangat mengejutkan itu.

“Konyol! Dari mana rumor itu beredar!?”

“Mohon maaf, kami sudah mengerahkan penyelidikan, namun masih belum berhasil mendeteksi sumbernya! Akan tetapi, sepertinya rumor itu dimulai dari perkumpulan bertopeng dan telah menyebar luas!!”

“…!”

Tanpa sadar Oleom menggertakkan gigi gerahamnya. Perkumpulan bertopeng, adalah sebuah agenda budaya unik yang dimiliki Serikat Ulbeth. Perkumpulan itu merupakan pertemuan di mana orang-orang mengenakan topeng dan saling mencurahkan isi hati tentang unek-unek dalam keseharian mereka secara anonim. Karena anonimitasnya itu, dikatakan bahwa terkadang ada juga pembicaraan tentang konten radikal di dalamnya.

Seluruh kejadian yang terlalu tiba-tiba ini membuat Oleom bingung. Akan tetapi, bersamaan dengan itu, ia merasa yakin akan sebuah firasat.

(Tidak salah lagi! Ini semua adalah rencana pihak Timur!!)

Memang pada dasarnya mudah untuk menyulut api dalam perkumpulan bertopeng itu. Dan mereka mengincar itu.

Baik kasus ini maupun strategi pernikahan itu, bukanlah cara yang dapat dilakukan oleh Agata. Maka sudah jelas bahwa semua ini adalah rencana yang dibuat oleh Wein. Rumor itu juga disebar luaskan dengan cepat juga mungkin agar tidak mudah terhapus.

(Tapi pemberontakan massal? Apa dia berniat untuk menghasut dan menekan warga selagi kami kebingungan dengan pernikahan ini? Mungkin warga akan mengeluh, tapi kalau cuma gosip seperti ini… tidak, tunggu… Kalau tidak salah Wein terlibat dengan pergerakan tiga puluh ribu warga dalam kerusuhan di Mealtars ya…)

Tepatnya bukan Wein, melainkan adiknya, Franya-lah yang telah menggerakkan para warga. Namun Oleom tidak mendapatkan info sedetail itu, dan mengira bahwa Wein mampu melakukannya.

(Kalau begitu… Begitu ya! Budak-budak itu digunakan untuk menimbulkan kerusuhan ya!!!)

Pria itu mampu menggerakkan tiga puluh ribu massa. Bukanlah hal sulit baginya untuk merebut hati para budak yang telah diperlakukan dengan kasar dan membuat mereka melampiaskannya pada kota. Kemudian, selagi para budak mengamuk, dan membuat kota dipenuhi kekacauan, dia akan menghasut warga untuk menaklukkan penguasa.

(Untuk menghindari semua ini…)

Oleom berusaha keras memeras otaknya, dan kemudian berkata.

“… Apa masih ada budak yang tersisa di pasar?”

“Siap! Sepertinya masih ada beberapa yang tersisa!”

“Kalau begitu beli semuanya… Jangan sampai Kota Timur mendapatkannya! Selain itu, cepat kirim orang ke Kota Utara!”

“Ke kota utara?”

Oleom mengangguk.

“Senjata. Beli semua senjata atau segala macam alat pertanian yang dapat digunakan sebagai senjata yang ada di kota utara….”

Untuk menyebabkan pemberontakan, tidak bisa hanya dengan tangan kosong. Sangat penting untuk menghasut budak dan warga untuk mengangkat senjata untuk semakin mengobarkan pemberontakan. Dan yang mungkin menyediakan senjata dalam jumlah yang begitu besar adalah Kota Utara.

(Bahkan jika kita harus menurunkan pasukan, banyaknya senjata akan semakin memperkuat diri kita! Tidak ada ruginya jika kita lebih dulu mengumpulkan senjata-senjata itu!!)

Oleom membulatkan tekadnya dan menetapkan kebijakannya.

(Jangan meremehkan aku, Wayne Salema Alvarest. Aku tidak akan membiarkanmu bertindak semaunya di Ulbeth ini!!)

***

“Karena dia memikirkan hal selembek itu, makanya dia menjadi santapanku…”

Sambil memegang sebuah berkas di tangannya, Wein sedikit tersenyum.

Berkas itu adalah salah satu sertifikat perjanjian dagang dengan pedagang di Kota Utara terkait jual beli senjata. Isinya adalah bahwa pihak Kota Timur akan membeli semua senjata yang berlebihan di Kota Utara, dan yang akan diproduksi dalam setengah tahun kemudian.

Dan dengan perjanjian ini, senjata akan di perdagangkan ke Barat dan Selatan mulai saat ini. Dengan harga tiga kali-lipat dari harga yang dibeli Wein.

“Diam-diam membeli senjata, dan membeli budak untuk menyebarkan rumor soal pemberontakan untuk membuat Kota Barat dan Kota Selatan merasa berada dalam bahaya. Kemudian saat mereka menginginkan senjata, kita menjualnya dengan harga yang jauh lebih tinggi… Benar-benar rencana yang kejam ya…”

Ninim tanpa sadar memasang ekspresi tercengang di wajahnya. Namun, tidak ada cara lain lagi untuk menarik uang dari Kota Barat dan Selatan selain cara ini. Wein meraup untung dengan menciptakan teror yang tak pernah terbayangkan.

“Ngomong-ngomong, apa kita benar-benar akan melakukan pemberontakan??”

“Sama sekali tidak….”

Wayne menjawab dengan blak-blakan.

“Kalau pun kita melakukannya, itu tidak akan berhasil… Sebab yang menggerakkan orang di Mealtars adalah karena adanya Franya, dan warga yang terdesak sampai-sampai mereka mau mendengarkan Franya…. Itu bukanlah fenomena yang dapat dengan mudah dilakukan berulang kali…”

Karena itu, semua ini hanyalah gertakan Wein. Namun para penguasa Kota Barat dan Kota Selatan yang tidak mengetahui hal ini benar-benar dibuat menari di atas telapak tangannya.

“Tapi apa pun itu, keuangan kita telah pulih… Sekarang kita lanjutkan bisa mengurus pernikahan lagi….”

Wein mengangguk dengan puas. Melihat sikap Wein yang seakan menunjukkan bahwa semua masalah telah selesai itu, Ninim sejenak terlihat ragu, dan kemudian membuka mulutnya.

“… Hei, Wein….”

Wein pun menoleh ke arah panggilan itu. Sambil merasakan tatapan pria itu, Ninim pun melanjutkan perkataannya.

“Apa kita benar-benar perlu membeli budak?”

“Berkat itu kita bisa meningkatkan keuangan kita kan?? Selama kita di sini, kita bisa menggunakan mereka untuk mengumpulkan informasi, dan setelah kita selesai, kita bisa membawa mereka pulang ke Natra, menitipkan pada Agata, atau membuat mereka memilih pilihan sendiri…”

“Bukan itu…”

Budak yang di beli Wein kurang lebih berjumlah seratus orang. Dan di antara mereka ada puluhan orang Fram, termasuk pria yang dilihat oleh Ninim.

“Itu… Jangan-jangan….”

“Tidak masalah”

Wein tersenyum.

“Itu kan maksudnya?”

“……”

Mungkin Wein telah menyadarinya. Keanehan dirinya waktu itu. Beserta penyebabnya. Karenanya, pasti, pria itu melakukan ini setelah mengetahui semua itu.

“… Terima kasih…”

“Tentang apa ya??”

Wein mengangkat seolah tak tahu apa-apa. Ninim pun tersenyum kecil saat melihatnya.

“Daripada itu, kita perlu mempersiapkan trik selanjutnya… Karena mungkin sebentar lagi Oleom dan Reijut akan bergerak…”

Ninim pun mengangguk menanggapi tuannya yang mengganti topik pembicaraan.

[Ilustrasi]

“Mereka tidak akan hanya menangis kemudian tertidur begitu saja kan? Apa mereka akan menyerbu bersamaan?”

“Memang kedua itu sedang dalam kepanikan akibat kejutan kita, namun potensi keduanya masih lebih baik… Mungkin perwakilan kedua kota itu akan mencoba menenangkan gejolak pada masing-masing faksi, dan kembali membangun hubungan mereka dalam serangan…”

Namun Wein tertawa.

“Dan aku ada di sini untuk mencegah hal itu terjadi…”

“Lagi-lagi memikirkan ide jahat…”

“Kalau menghilangkan ide jahat dari diriku, tidak ada lagi aku…”

“Itu… mungkin benar ya..”

“Seharusnya kau mengatakan itu salah, Ninim-san!!”

Ninim mengabaikan teriakkan Wein.

“Jadi, detailnya, apa yang akan kita lakukan?”

“Cukup sederhana”

Wein tertawa.

“Mari kita manfaatkan keretakan mereka….”

***

Tengah malam di saat tanaman pun mungkin tengah tertidur. Terlihat sesosok bayangan manusia yang akibat sinar bulan yang menyinari salah satu lotong di ujung kota.

Bayangan seseorang yang sepertinya mengenakan tudung hingga menutupi bagian mata itu pun akhirnya sampai di depan sebuah rumah kecil.

Tiga kali pintu diketuk. Tak ada tanggapan. Namun, tanpa memedulikan hal itu, bayangan itu pun masuk ke dalam rumah kecil itu.

“…”

Bagian dalam diterangi dengan cahaya yang redup. Tak ada perabotan, hanya ada meja sederhana beserta kursinya. Dan di kursi itu, sedang duduk seorang pria yang mengenakan topeng.

“Maaf membuat menunggu”

Saat bayangan itu menyapa sambil melepaskan tudungnya, pria itu pun melepaskan topengnya.

Tak diragukan lagi, sosok yang ada di balik topeng itu merupakan Perwakilan Kota Barat, Oleom.

“Ya, Reijut. Syukurlah… kau bisa datang…”

Seperti apa yang dikatakan Oleom, sosok bayangan yang datang adalah Reijut yang juga mengenakan topeng.

Tak ada siapa pun di rumah itu selain mereka berdua. Dan keduanya tak mengabari siapa pun mengenai tujuan mereka. Dengan kata lain, ini merupakan pertemuan rahasia antara perwakilan kota Barat dan perwakilan Kota Selatan.

Lalu….

“…Oleomu-sama!”

Reijut yang telah melepaskan topengnya tanpa ragu melompat ke pelukan Oleom.

“Aku sempat khawatir saat mendengar rumor yang beredar di seluruh kota, tapi syukurlah ternyata Oleom-sama baik-baik saja…”

“Aku juga sama Reijut… Menyaksikanmu baik-baik saja seperti ada cahaya yang datang menyinari kegelapan hatiku…”

Keduanya tersenyum sambil berpelukan.

Kota Barat dan Kota Selatan memang menjalin hubungan kerja sama. Namun hubungan itu selalu diselimuti dengan ambisi untuk mendominasi kota lainnya. Meskipun begitu, penampilan kedua perwakilan kota ini tak diragukan lagi tampak seperti sepasang kekasih.

“Padahal sebentar lagi keinginan kita akan terwujud… Aku tidak menyangka akan jadi seperti ini…”

Reijut terlihat sedikit merengut dan penuh penyesalan. Oleom hanya mengangguk sambil menyentuh pipi gadis itu.

“Aku dan kamu menghidupkan kembali kota Barat dan Selatan, menjalin hubungan kerja sama, dan kemudian mempersatukan hubungan kita sebagai tanda persatuan antar kota… Padahal kita sudah lancar sampai sejauh ini…”

Benar, ini adalah sebuah fakta yang hanya diketahui oleh mereka berdua.

Oleom dan Reijut telah saling tertarik satu sama lain jauh sebelum mereka berdua menjadi perwakilan kota. Akan tetapi, mereka berdua sama-sama merupakan keturunan perwakilan kota. Jika mereka memaksakan untuk menjalin hubungan, mereka akan memicu pemberontakan, dan kemungkinan terburuknya nyawa mereka akan terancam. Meskipun begitu, terlalu mustahil untuk melupakan gejolak yang bersemayam di hati mereka.

Maka dari itu, mereka memilih untuk ikut bertarung.

Pertama-tama mereka perlu untuk mencampurkan pengetahuan dari luar Ulbeth untuk dapat mengambil alih posisi perwakilan kota. Dan mereka pun berhasil menyingkirkan kandidat-kandidat lain yang tidak pernah berubah.

Selanjutnya,

Selanjutnya, selagi mereka berpura-pura bertindak sebagai musuh politik yang terlihat tidak akan pernah cocok, mereka memperkuat hubungan ekonomi antar kedua kota. Kemudian membuat orang-orang semakin sadar dengan keuntungan dari jalinan hubungan kedua kota.

Hal ini akan menciptakan peluang orang-orang berpengaruh untuk memilih mempererat hubungan ekonomi semakin kuat. Setelah itu, hanya perlu menghasut untuk memungkinkan pernikahan antara kedua perwakilan kota.

Jika tidak ada yang mau mengakui ikatan perasaan mereka, maka mereka hanya perlu membuat orang-orang mengakui ikatan mereka berdasarkan alasan politik dan keuntungan. Begitulah rencana panjang cinta mereka berdua.

Akan tetapi, tiba-tiba ada sosok iblis yang mengganggu.

Wein Salema Alvarest, tamu dari Natra.

“Oleom-sama, bagaimana situasi di Kota Barat?”

“Semua sedang panik karena rumor pemberontakan dan rencana pernikahan… Aku berusaha untuk menenangkannya, tapi ternyata sulit… Di sana bagaimana?”

“Sama saja…. Kalaupun ada yang berbeda yaitu tidak hanya pada Kota Timur, tapi kewaspadaan pada Kota Barat semakin meningkat dari hari ke hari… Aku juga berusaha sekuat tenaga untuk berkeliling dan menenangkan… tapi…”

“Aku memang sudah mendengar kabarnya, tapi kalau berhadapan langsung begini, benar-benar merepotkan ya, si Pangeran Wein itu…”

Ketika mendengar desahan Oleom, Reijut melanjutkan kata-katanya dengan hati-hati.

“Haruskah kita langsung menghabisinya?”

Memungkinkan bagi mereka untuk menjatuhkan Kota Timur dengan menggerakkan semua pasukan yang ada di Kota Barat dan Kota Selatan. Tak peduli seberapa hebat Wein dengan taktik bulusnya itu, tidak akan berguna melawan serangan kekerasan langsung.

Namun, Oleom menggelengkan menentang ide ini.

“Tidak, itu ide yang buruk…. Agata adalah Eletctor Prince, sedangkan Wein adalah pangeran dari Negeri lain.. Jika kita melukai mereka tanpa alasan, itu akan menjadi batu sandungan besar untuk langkah kita saat mengelola Serikat Ulbeth di masa depan…”

Jika saja mereka berdua tidak mempelajari pengetahuan dari luar negeri, mereka pasti sudah membahas pengerahan prajurit ini secara lebih serius. Namun bagi mereka berdua yang mengerti bahwa Ulbeth adalah sebuah negeri kecil di ujung barat, pilihan itu tidak bisa di ambil. Tidak ada pilihan lain bagi mereka selain menjatuhkan Agata secara sah, dan memulangkan Wein tanpa masalah.

“Tanpa terburu-buru pun potensi kita masih lebih baik… Upacara penandatanganan pun semakin dekat…. Jika kita berhasil menjatuhkan Agata di sana, Pangeran Wein juga tidak akan punya pilihan lain selain pulang ke kampungnya di Natra…”

“Jadi pilihan terbaik kita adalah berusaha merebut kembali faksi?”

Oleom mengangguk.

“Tetapi, meskipun kita tidak bisa menggunakan kekerasan, namun Pangeran Wein mungkin akan menggunakannya… Reijut.. Berhati-hatilah…”

“Aku mengerti… Oleom-sama juga hati-hati….”

“Aku pastikan untuk tidak mati sampai aku bisa memelukmu di muka umum…”

Oleom meraih tangan Reijut.

“Saat ini kita mungkin sedang berada dalam situasi yang sulit… Tetapi, dibandingkan dengan beliau, kesulitan kita masih belum ada apa-apanya… Mari kita satukan kekuatan untuk menghadapinya…”

“Baik, Oleom-sama…”

Apa pun rintangannya, mereka akan bisa mengatasinya bersama. Sambil membulatkan tekad, Oleom dan Reijut pun berciuman.

Akan tetapi.., tekad itu pun segera dipatahkan.

***

“…Barusan kau bilang apa??”

Beberapa hari setelah pertemuan rahasianya dengan Reijut. Oleom bertanya dengan nada yang tajam setelah mendengar laporan dari bawahannya.

“Tidak, itu…”

Sambil menahan tekanan dari Oleom, sang bawahannya itu menyampaikan laporannya sekali lagi.

“Sepertinya ada rumor beredar di antara anggota faksi yang mengatakan bahwa memiliki hubungan yang dekat dengan Perwakilan Kota Selatan….”

“…!”

Tergambar ekspresi kemarahan di wajah Oleom. Namun ekspresi itu diperlihatkan karena saat ini ia sedang berada di hadapan bawahannya. Sedangkan di dalam hatinya, penuh dengan kebingungan.

(Kenapa bisa ketahuan…!?)

Pertemuan rahasianya dengan Reijut selalu dilakukan di tempat dan tanggal dan acak, serta dilakukan dengan penuh kewaspadaan. Tidak mungkin informasi itu akan bocor.

Akan tetapi kenyataannya, rumor semacam itu telah tersebar. Tak ada pilihan lain selain mengakui bahwa ada kebocoran informasi.

(Apakah ini juga ulah Wein?! Apa dia menyadari gerak-gerikku dan Reijut??)

Tidak terasa seperti ini adalah taktik Wein, dan terlalu rapi jika dikatakan itu adalah taktik Agata. Apakah mereka memang sudah menyiapkan rencana sebanyak itu? Apa mereka memanfaatkan budak yang dibeli tempo hari?

(Tidak… atau mungkin, aku sama sekali belum menyentuh niat kebenarannya?!)

Adalah fakta tak terelakkan kalau mereka telah menciptakan pernikahan terus menerus di Serikat Ulbeth ini. Juga tentang Oleom dan Reijut yang mengalami pelemahan faksi pendukung berusaha untuk membatasinya.

Dan di saat bersamaan, muncul rumor tentang hubungan rahasia mereka berdua. Sambil membatasi pernikahan, kedua orang itu digosipkan menjalin hubungan rahasia. Ditambah pasangannya adalah perwakilan dari kota lawan. Meskipun tak ada bukti kuat, hal ini cukup untuk di jadikan bahan untuk menyerang.

(…Bagaimanapun, aku harus segera memikirkan solusi!!)

Karena semua rumor itu adalah fakta, maka tidak bisa dibiarkan begitu saja. Apalagi akan jadi masalah serius jika Pangeran Wein sampai mendapatkan bukti kuat akan hal itu. Oleom merasa perlu untuk segera memadamkan rumor tersebut.

“Aku tidak bisa memaafkan rumor lancang semacam itu… Segera cari sumbernya dan tangkap pelakunya! Termasuk orang-orang tak bertanggung jawab yang ikut menyebarkan berita itu!”

“Siap!”

Bawahan itu mengangguk, namun dengan sedikit ragu, ia berkata.

“Tapi Oleom-sama… Sebenarnya ada masalah lain lagi…”

“Masih ada lagi??”

Oleom pun terperangah mendengar pernyataan bawahannya itu.

***

“Apa katamu? Ada wacana tentang pemakzulan diriku!??”

Ketika mendengar hal ini, Reijut tanpa sadar mengangkat pinggulnya dari kursi.

“Apa maksudnya? Kenapa bisa begitu!”

“Karena adanya pembatasan pernikahan, dan rumor tentang hubungan Anda dengan perwakilan kota Barat, ketidakpuasan dalam faksi semakin meningkat, dan Huanze-sama memimpin beberapa orang berpengaruh lain untuk meluncurkan wacana tersebut…”

“…Ha! Sekarang bukan saatnya mengurus begituan kan!!”

Sesaat setelah meneriakkan amarahnya, Reijut pun sadar bahwa yang ia lakukan tidak berguna, ia pun menggelengkan kepalanya.

“…Tidak, maafkan aku… Aku jadi melampiaskan amarahku padamu…”

“Tidak perlu dikhawatirkan… Akan tetapi, Rejut-sama… Kalau ini terus berlanjut…”

Benar apa yang dikatakan bawahannya itu, ini adalah situasi yang buruk. Kemungkinan pihak Oleom juga mengalami kondisi yang serupa.

Perwakilan setiap kota itu dipilih dari keturunan keluarga tertentu saja. Bagi Kota Utara yang telah kehilangan seluruh keluarga ahli waris karena di eksekusi, memang tidak dapat memilih perwakilan baru, namun berbeda dengan ketiga kota lainnya. Jika Oleom dan Reijut menghilang, maka akan ada orang lain di antara keluarga mereka yang akan menggantikan posisi tersebut.

Dan sebaliknya, bagi mereka yang ingin menjadi perwakilan kota, keberadaan Oleom dan Reijut tak lebih dari sekedar gangguan. Misalnya saja, Huanze yang baru saja disebutkan adalah orang yang beberapa waktu belakangan ini dikenal memiliki obsesi terhadap posisi perwakilan kota tersebut.

Hanyalah Reijut yang berpikir bahwa saat ini bukan saat yang tepat untuk melakukan hal semacam itu, namun bagi Huanze, ini adalah kesempatan terbaik untuk melakukannya.

“Di antara orang-orang yang mendesak melakukan pemakzulan, ada beberapa yang menyarankan untuk menahan Reijut-sama dan segera melakukan pemilihan Perwakilan berikutnya…”

“Jadi rumit ya… Akan tetapi, mengeluh pun tak akan membuat situasi membaik ya….”

Sebaliknya, sejak kemunculan Wein, situasi semakin memburuk. Siapa yang akan menyangka bahwa Kota Selatan akan menghadapi pemberontakan dari dalam sambil menghadapi Kota Timur.

“Aku akan segera menggelar rapat faksi… Buat persiapan…”

“Baik!”

Sambil memberikan instruksi kepada bawahannya, Reijut membayangkan tentang Oleom yang mungkin mengalami situasi yang sama dengan dirinya.

(Semoga Oleom-sama baik-baik saja…)

Tanpa mewujudkan doanya dengan kata-kata, gadis itu terus berharap di dalam hatinya.

***

“Yah, bisa dibilang itulah faksi…”

Wein berkata sambil membaca laporan tentang kondisi Kota Barat dan Kota Selatan saat ini.

“Jika kota timur adalah sosok yang kuat dan menonjol, mungkin mereka masih bisa bersatu… Akan tetapi jika mereka langsung melawan begitu saja. maka kota timur bisa menang, akan menang…”

“Karena itu di saat seperti ini memungkinkan adanya permainan konflik internal ya…”

Wein mengangguk.

Reijut dan Oleom, perwakilan kota yang masih muda. Saat mereka sibuk berurusan dengan Kota Timur, ketidakpuasan terhadap mereka meningkat, dan terjerumus ke dalam skandal yang bahkan belum diketahui kebenarannya.

Semua itu memberikan kesempatan besar bagi orang yang ingin menyeret mereka turun. Oleom dan Reijut mungkin akan berdalih dan menuntut untuk mengutamakan skala prioritas, namun entah apakah itu akan berhasil. Cukup sulit untuk menyesuaikan skala prioritas orang yang berada di puncak kekuasaan dan orang berambisi yang berada di bawah.

“Yahh… Pasti akan sangat kacau… Kota barat dan Kota Selatan itu…”

“Karena kita lemah, biarkan saja mereka yang kuat bergerak sesuai keinginan kita… benar-benar kalimat yang aneh ya…”

“Tidak juga… Kekuatan dan Kelemahan itu tidak lebih dari sebuah pion… Memang benar kekuatan akan membuat kita lebih mudah untuk mendapatkan kemenangan, namun kelemahan juga dapat digunakan untuk mengalahkan raja jika digunakan dengan tepat… Yang terpenting adalah kita harus tahu kapan dan di mana harus menggunakan pion yang kita miliki…”

Kemudian, terdengar suara pintu di ketuk, dan Kamil pun masuk.

“Pangeran Wein, Baru saja kita mendapatkan info terbaru terkait kedua kota…”

“Kira-kira isinya tentang Oleom dan Reijut yang sedang berusaha menekan anggota faksi mereka kan??”

Ketika mendengar Wein mengatakannya dengan penuh keyakinan, Kamil pun menjawab dengan ragu-ragu.

“Soal itu…”

“Apa? Apa yang terjadi?”

Setelah dihujani pertanyaan, Kamil pun membulatkan tekad untuk menjawab.

“Sepertinya… mereka berdua kabur…”

Secara refleks, Wein dan Ninim pun saling berpandangan.

***

Terima kasih telah berkunjung

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.